Connect with us

Movie & Tv

Serial Kompetisi Menulis Lagu Terbaru dari AXN, Songland

Published

on

Geeknews.id – Kamu pasti sudah mengenali suara brilian mereka. Kamu juga pasti sudah tahu lagu-lagu mereka yang terkenal. Sekarang, kamu akan melihat bagaimana keajaiban di balik sebuah musik terjadi pada serial kompetisi terbaru di AXN, SonglandDari executive producer Adam Levine dan Dave Stewart, Songland ingin memberikan kesempatan kepada para penulis lagu yang belum memiliki kesempatan untuk menciptakan lagu hits. Para penulis lagu ini akan tampil di tengah panggung dimana mereka akan menunjukkan karya mereka kepada artis rekaman yang terkenal serta panel produser musik dengan harapan mereka akan menciptakan lagu-lagu hits berikutnya untuk para artis tersebut.

Kompetisi yang akan berlangsung selama 11-episode ini merupakan acara yang otentik dan unik dimana para penonton bisa melihat proses kreatif yang dilakukan selama penulisan lagu. Setiap episode akan menghasilkan satu pemenang yang berbakat dimana lagu yang mereka ciptakan berkesempatan untuk direkam dan dirilis ke seluruh dunia oleh artis-artis papan atas. Para artis yang turut bergabung dalam acara ini meliputi, Jonas Brothers, John Legend, Charlie Puth, Meghan Trainor, will.i.am, OneRepublic, Kelsea Ballerini, Macklemore, Aloe Blacc, Old Dominion, dan Leona Lewis.

Setiap minggunya, seorang artis tamu akan datang ke Songland untuk mendengar para penulis lagu yang belum dikenal ini menampilkan karyanya. Empat penulis lagu akan menampilkan lagu asli mereka di depan para artis dan tiga produser musik yang namanya sudah sangat dikenal yaitu; Ryan Tedder, vokalis dari OneRepublic dan penulis lagu serta produser pemenang Grammy Award sebanyak empat kali untuk Adele, Taylor Swift dan Beyoncé; Ester Deanpenulis lagu dan produser nominasi Grammy Award untuk Rihanna, Katy Perry dan Nicki Minaj, ia juga merupakan seorang aktris yang membintangi film ‘Pitch Perfect’; dan Shane McAnally, penulis lagu dan produser peraih Grammy Award untuk Kacey Musgraves, Kelly Clackson dan Sam Hunt, ia juga memiliki 38 lagu country yang meraih posisi nomor 1 dan dinobatkan sebagai Songwriter of the Year pada ACM 2019.

Setiap lirik lagu, aransemen, ketukan, melodi dan cerita akan dipertimbangkan oleh para panel produser dan artis tamu dimana mereka juga terlibat dalam diskusi tentang bagaimana menyesuaikan lagu tersebut dengan gaya musik para artis tamu pada minggu tersebut.

Setelah penampilan, para artis tamu akan memilih tiga penulis lagu dimana mereka akan dipasangkan dengan para produser yang paling cocok untuk menyempurnakan lagu-lagu mereka. Di studio, lagu-lagu ini akan terbentuk dengan cara yang tidak terduga ketika penulis lagu dan produser bekerja sama untuk dipilih oleh para artis tamu. Pada akhirnya, pemenang akan dipilih dan lagu mereka akan direkam dan dirilis ke seluruh dunia.

Sebelum kamu menonton pemutaran perdana dari Songland di AXN, dengarkan dan kagumilah lagu-lagu luar biasa yang telah dirilis dari acara ini. Acara ini akan hadir di AXN. Beberapa lagu yang HARUS kamu dengarkan adalah:

  1. Somebody to Love oleh OneRepublic
  2. Young oleh Old Dominion
  3. Hurt Me oleh Meghan Trainor
  4. Greenlight oleh Jonas Brothers
  5. Be Nice (feat. Snoop Dogg) oleh Black Eyed Peas
  6. We Need Love oleh John Legend
  7. Better Luck Next Time oleh Kelsea Ballerini
  8. Getting Started (feat Hobbs and Shaw) oleh Aloe Blacc
  9. Shadow (feat IRO) oleh Macklemore
  10. Solo Quiero oleh Leona Lewis

Kamu juga bisa mendengarkan lagu-lagu ini di: https://open.spotify.com/playlist/4EAsVsu138jf3VXfDdmezz

8,081 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Movie & Tv

Viu dan HBO Asia Merilis Season Kedua The Bridge Mulai 15 Juni

Published

on

Geeknews.id – Viu, layanan video pan-regional OTT terkemuka dari PCCW Media Group dengan lebih dari 41 juta pengguna aktif setiap bulan, hari ini mengumumkan 10 episode season kedua The Bridge, yang merupakan judul milik Endemol Shine Group, dan diproduksi oleh Viu bekerjasama dengan HBO Asia Originals, akan tayang di seluruh Asia, mulai 15 Juni 2020, di Viu, HBO GO, dan HBO, pada pukul 21.00 malam ini di Singapura dan Malaysia, dan pukul 20.00 WIB di Indonesia dan Thailand, dan secara serentak di 16 negara di mana layanan Viu tersedia. Satu episode baru akan hadir setiap minggu.

Serial yang telah sukses meraih penghargaan kelas dunia ini kembali hadir dengan aktris Singapura, Rebecca Lim, dan Bront Palarae, aktor asal Malaysia, sebagai pemeran utama. Season kedua ini diperkaya dengan hadirnya aktor-aktor asal Indonesia dan Filipina sebagai salah satu pemeran utama. Aktor kawakan Indonesia Ario Bayu berperan sebagai seorang petugas penegak hukum yang memiliki agenda tersembunyi. Sederetan nama lainnya yang juga memperkuat serial laga ini adalah Wan Hanafi Su, Fikry Ibrahim dan Chew Kin Wah, dari Malaysia; Lukman Sardi, Amanda Manopo dan Miller Khan dari Indonesia; Adrian Pang dari Singapura, dan Joseph Marco dari Filipina. TJ Lee dan Jason Chong, kembali menyutradarai serial ini, kali ini bersama dengan Zahir Omar.

Diadaptasi dari serial milik Endemol Shine yang diproduksi dengan pendekatan lokal, Season Kedua The Bridge bercerita tentang kejadian yang terjadi satu tahun setelah kejadian di season pertama. Sebuah kapal pesiar yang terdaftar di Singapura dan terdampar di daratan Johor, Malaysia, ditemukan dengan satu keluarga Indonesia yang telah tewas di dalamnya. Dalam perjalanan menyelidiki pembunuhan berantai yang terjadi selanjutnya, tokoh-tokoh utama justru terjebak dalam sebuah lingkaran pengkhianatan, penipuan dan pribadi-pribadi yang sarat dengan masa lalu penuh tragedi. Dengan bertemakan korupsi, penebusan, dan balas dendam, serta dunia bawah tanah Asia sebagai latar belakang cerita, season kedua ini memilki nuansa yang lebih “gelap”, dan lebih banyak mengandung unsur kejutan dibandingkan dengan season pertama. 

Sahana Kamath, Head of Original Production for Viu Indonesia and Malaysia, mengatakan, “Melalui Season Kedua The Bridge ini kami sangat senang dapat menghadirkan sederetan talenta terbaik dari Asia Tenggara kepada audiens kami di 16 negara. Musim Kedua The Bridge sangat kaya akan unsur kejutan, masing-masing karakter digali lebih dalam lagi, serta perpindahan set, cerita, maupun percakapan antar tiga negara yang dikemas dengan begitu rapi. Kami percaya Musim Kedua The Bridge akan sangat memicu adrenalin penonton.”

Jessica Kam, Head of HBO Asia Original Production, WarnerMedia Entertainment Networks & Sales, Southeast Asia, Pacific and China, mengatakan, “Dalam situasi yang tidak biasa ini, WarnerMedia terus menyuguhkan konten-konten original terbaru kepada audiens kami. Nilai produksi dari musim Kedua The Bridge semakin meningkat dengan dimasukkannya Indonesia sebagai bagian dari adaptasi Singapura/Malaysia ini. Kami sangat menghargai kerjasama yang terus berjalan dengan Viu dalam memproduksi konten-konten pan-regional berkualitas bagi penggemar kami di Asia. ”

Rashmi Bajpai, Executive Director of Asia, Endemol Shine International, mengatakan, “Kami bangga menyaksikan bagaimana The Bridge dapat terus diadaptasi ke berbagai bahasa dan budaya, dan mampu menghibur penonton di seluruh dunia. Versi Asia dari serial ini dengan cekatan berhasil menjahit daya tarik budaya, kreativitas, dan nilai komersial menjadi satu  kesatuan cerita yang mampu memancing reaksi kuat dari penonton.”

Musim Kedua The Bridge akan tayang di 16 negara di mana layanan Viu tersedia mulai 15 Juni, dan di seluruh jaringan HBO Asia, termasuk didalamnya adalah HBO GO, HBO, dan HBO ON DEMAND, di 24 negara.

The Bridge dibuat dan ditulis oleh Hans Rosenfeldt sebagai produksi bersama antara Filmlance International Swedia, bagian dari Endemol Shine Group, dan Nimbus Film Denmark. The Bridge (Bron / Broen) diproduksi bersama-sama oleh Sveriges Television, DR, jaringan ZDF German Television, ZDF Enterprises Gmbh, Film i Skåne, NRK, Copenhagen Film Fund, Lumiere Group, Stiftelsen Ystad Österlen Filmfond, Nordvision, dan bekerjasama dengan Malmö Stad. The Bridge telah ditayangkan di lebih dari 188 negara dan telah diadaptasi sebagai produksi lokal di berbagai negara seperti Inggris/Prancis, Amerika Serikat/Meksiko, Jerman/Austria, Rusia/Estonia dan Serbia/Kroasia.

3,230 kali dilihat, 13 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Movie & Tv

ESPN dan Netflix Tetapkan 19 April Sebagai Tanggal Peluncuran “The Last Dance”

Published

on

Geeknews.id – Pada hari ini diumumkan bahwa “The Last Dance”, serial dokumenter terdiri atas 10 episode yang sangat ditunggu-tunggu, akan tayang perdana di ESPN di Amerika Serikat pada Minggu malam waktu setempat. Serial ini akan ditayangkan lima pekan sejak 19 April hingga 17 Mei dan akan tersedia di Netflix, bagi wilayah di luar AS.

Serial yang disutradarai Jason Hehir (“The Fab Five”, The ‘85 Bears”, “Andre the Giant”), mengisahkan salah satu ikon terbesar dan tim tersukses dalam sejarah olahraga, Michael Jordan dan Chicago Bulls di era 1990-an, serta menampilkan beberapa rekaman dari musim 1997-1998 yang belum pernah dilihat sebelumnya, dimana ketika itu, tim berupaya meraih gelar keenam NBA-nya dalam delapan tahun.

ESPN dalam pernyataannya mengatakan, “Di saat masyarakat tidak bisa mendapatkan hiburan dalam bentuk pertandingan olahraga yang disiarkan secara langsung, mereka tetap melihat ke dunia olahraga untuk dapat mengalihkan perhatian dari keadaan dan situasi saat ini sembari menikmati sebuah hiburan yang dapat dinikmati secara bersama. Kami mendengar seruan penggemar, yang meminta kami memajukan tanggal peluncuran serial ini, dan kami gembira dapat mengumumkan bahwa kami berhasil mempercepat jadwal produksi untuk memenuhi permintaan tersebut. Proyek ini merayakan salah satu pemain dan dinasti terhebat, yang pernah ada, dan kami berharap ini menjadi hiburan yang menyatukan dan dapat mengisi peran olahraga dalam hidup kita, serta mampu menceritakan kisah yang akan memikat semua orang, tidak hanya penggemar olahraga.”

Pada musim gugur 1997, Michael Jordan, pemilik Bulls Jerry Reinsdorf, pelatih kepala Phil Jackson sepakat mengizinkan awak film NBA Entertainment mengikuti tim itu sepanjang musim. Untuk itu, hasilnya akan menjadi potret menakjubkan tentang seorang pemain ikonik dan tim terkenal. Di “The Last Dance”, potret itu baru saja terungkap setelah lebih dari dua dasawarsa.

Serial ini akan mengajak penonton kembali ke musim 1997-1998 yang penuh gegap gempita dan gejolak. Serial ini juga melihat masa kecil Jordan, kondisi tim Chicago Bulls sebelum kedatangan Jordan dan bagaimana tim tersebut dibangun setelah Jordan di-draft pada 1984, hingga akhirnya Jordan mampu membawa tim Chicago Bulls ke gelar juara NBA pertamanya. Melalui serial ini, penonton dapat melihat melihat kembali lima kejuaraan pertama Chicago Bulls, tantangan baik di dalam maupun di luar lapangan, yang merupakan bagian dari pergeseran budaya secara global yang diciptakan oleh Michael Jordan dan Chicago Bulls.

Ini adalah skenario yang kelihatannya tidak mungkin, yang berfungsi sebagai latar memikat untuk kisah di balik perjalanan ke kejuaraan 1998, dengan profil mendalam tentang rekan setim utama Jordan, termasuk Scottie Pippen, Dennis Rodman dan Steve Kerr, pelatih kepala Phil Jackson, serta menampilkan berbagai wawancara terbaru dengan lawan dan tokoh-tokoh di dalam maupun luar olahraga basket. Secara keseluruhan, berbagai ketegangan dan konflik, yang mewarnai perjalanan ke kejuaraan terakhir itu akan dapat disaksikan dalam serial ini.

“Michael Jordan dan Bulls di era 1990-an bukan hanya bintang olahraga. Mereka adalah fenomena global,” kata sutradara Jason Hehir, “Proses membuat ‘The Last Dance’ adalah kesempatan luar biasa dalam menjelajahi dampak luar biasa dari seseorang dan suatu tim. Selama hampir tiga tahun, kami melakukan penelitian luas untuk mempersembahkan cerita tentang suatu dinasti, yang mewarnai masanya, dan untuk menampilkan pahlawan-pahlawan olahraga ini sebagai manusia. Saya berharap penonton menikmati serial kami sama seperti kami menikmati kesempatan untuk membuatnya.”

Ini adalah salah satu serial dokumenter paling menakjubkan yang pernah diproduksi, yang tidak ingin dilewatkan oleh penonton. Berikut jadwal tayang lengkap serial dokumenter ESPN ini di Netflix untuk wilayah di luar AS:

NETFLIX (di luar AS)

Senin, 20 April – 14:01 WIB – “The Last Dance” Episode 1 dan 2
Senin, 27 April – 14:01 WIB – “The Last Dance” Episode 3 dan 4
Senin, 4 Mei – 14:01 WIB – “The Last Dance” Episode 5 dan 6
Senin, 11 Mei – 14:01 WIB – “The Last Dance” Episode 7 dan 8
Senin, 18 Mei – 14:01 WIB – “The Last Dance” Episode 9 dan 10

1,293 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Movie & Tv

Film Frozen Mendapatkan Rating Tertinggi

Published

on

Geeknews.id — Tidak dapat dipungkiri, bahwa film-film jebolan Disney memang selalu dinantikan oleh para penggemarnya dari seluruh dunia tidak terkecuali di Indonesia. Meski telah tayang 6 tahun lalu, terlihat animo masyarakat terhadap film Frozen tak kunjung padam. Wajar jika kini pihak Disney akan segera merilis film Disney’s Frozen 2. Masih dibintangi oleh Idina Menzel, Kristen Bell, Jonathan Groff, dan Josh Gad, tentu ada juga nama-nama baru yang meramaikan jajaran karakter di semesta Frozen.

Sumber: Polygon

Sumber: Polygon

Akan menyajikan kisah petualangan yang lebih seru, gelap, dan menegangkan dari sebelumnya. Film ini memang sengaja diperuntukkan bagi keluarga namun juga para penggemar yang telah tumbuh bersama dengan film ini. Telah dinantikan cukup lama, film ini mendapatkan review yang cukup baik dari para kritikus yang telah menyaksikan filmnya pada ajang premire beberapa waktu lalu.

Sumber: The Hollywood Reporter

Sumber: The Hollywood Reporter

Hal tersebut juga dibuktikan dengan skor yang didapat oleh film Disney’s Frozen 2 di website Rotten Tomatoes yakni sebesar 82%. 

Sumber : Tix

8,207 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Movie

Film Inspector Gadget akan di reboot?

Published

on

Geeknews.id — Apa kamu masih ingat dengan film Inspector Gadget yang juga hadir dalam format animasi? Ya! Inspector Gadget adalah karakter yang membuat debutnya pada tahun 1980an bersama dengan film Dumbo dan Aladdin yang baru-baru ini memiliki film live-action. Menyusul Dumbo dan Aladdin, Inspector Gadget pun dikabarkan akan turut memiliki reboot dalam bentuk live-action. Animasi Inspector Gadget sendiri merupakan hasil produksi bersama antara studio Amerika dan Kanada.

sumber: HollywoodReporter

sumber: HollywoodReporter

Menceritakan petualangan seorang detektif yang memiliki jiwa protagonis, dimana tubuhnya dilengkapi dengan berbagai gadget canggih setelah dirinya mengalami kecelakaan serius. Awal cerita, ia harus berjuang untuk dapat mengendalikan peralatan tersebut sambil menuntaskan setiap kasus yang dihadapinya. Inspector Gadget memiliki musuh utamanya bernama Dr. Claw yang misterius dan organisasi jahat bernama M.A.D. Dalam petualangannya, Inspector Gadget ini selalu dibantu oleh keponakannya bernama Penny dan anjing keluarganya bernama Brain.

sumber: HN Entertainment

sumber: HN Entertainment

Sebenarnya film live action Inspector Gadget pernah dirilis beberapa tahun lalu. Bahkan kesuksesan filmnya mencapai 2 seri. Yang pertama hadir pada tahun 1999, dibintangi aktor Matthew Broderick sebagai pemeran utama. Film live action ini bahkan berhasil menjadi film box office dengan penghasilan yang cukup tinggi. Meski demikian, film tersebut mendapatkan penilaian yang negatif dari para kritikus. Disney lalu mengembangkan sekuel Inspector Gadget 2, namun film ini tidak pernah tayang di layar lebar secara massal dan lebih memilih untuk diedarkan langsung-ke dalam bentuk home video.

sumber: EMpire

sumber: Empire

Belum dapat diketahui pasti kapan live action ini akan hadir, namun jelas jika benar akan dihadirkan nampaknya akan banyak penggemar Inspector Gadget yang akan bernostalgia dengan menyaksikan reboot terbarunya

Sumber : tix.id

12,541 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Movie

Seberapa Seram Film Perempuan Tanah Jahanam?

Published

on

Geeknews.id — Setelah sukses besar dengan film Pengabdi Setan, kini Joko Anwar kembali membuat film bergenre horor lainnya yaitu, Perempuan Tanah Jahanam.

Ini merupakan film kedua Joko Anwar yang rilis pada 2019 setelah Gundala. Menariknya, film ini menyajikan horor yang berbeda dengan Pengabdi Setan.

Untuk kalian yang ingin nonton film horor, namun ingin melihat sesuatu yang berbeda dari penyuguhannya, film Perempuan Tanah Jahanam layak untuk ditonton. Selain itu, film ini mengambil latar belakang budaya Jawa dengan adanya kepercayaan mistisisme. 

Jika biasanya film horor banyak menampilkan sosok makhluk yang seram dan menakutkan, tetapi pada film Perempuan Tanah Jahanam praktis tanpa hantu dan jump scare. Film ini memiliki naskah kuat dalam mendalami jalan cerita, mulai dari asal-usul cerita hingga pada bagian utama film. Tidak heran jika kita seperti ikut merasakan ketakutan yang sama dengan tokoh di film.

Film Perempuan Tanah Jahanam berceritakan tentang perjuangan Maya yang diperankan Tara Basro yang hidup di kota tanpa keluarga.

Kemiskinan membuatnya memutuskan pulang ke Jawa Tengah untuk mengurus harta warisan. Maya pulang bersama sahabatnya, Dini yang diperankan Marissa Anita yang memaksa ikut walau sudah dilarang.

Maya berharap memiliki harta warisan yang berwujud rumah besar agar mampu membantu dirinya ke luar dari kemiskinan.

Sesampai di kampung, mereka berdua malah menemukan berbagai kejanggalan, salah satunya banyak kuburan anak kecil. Setelahnya, satu persatu situasi ‘jahanam’ pun bermunculan. 

Artis lain yang ikut mendukung film ini, di antaranya Christine Hakim, Ario Bayu, Rifnu Wikana dan Asmara Abigail.

Keunggulan:

Memiliki keunggulan dalam penyajian gambar sinematografi dan menariknya jalan cerita.

Pemilihan lokasi serta suasana perkampungan yang ganjil sesuai untuk film horor, selanjutnya juga tata suaranya yang mebuat kesan merinding.

Kemudian penokohan yang bagus sehingga tiap tokoh memiliki karakter kuat dalam perannya masing-masing.

Cerita dikemas secara rapih, tersusun dengan baik dari awal sampai akhir. Kemudian film ini bukan seperti film horor kebanyakan, tidak melulu soal makhluk yang menyeramkan. Ceritanya susah ditebak, ada kejadian tidak diduga dan alurnya terus mengajak kita menebak apa, siapa, dan mengapa.

Kekurangan:

Penggunaan bahasa Jawa yang setengah-setengah dan terkesan dibuat-buat sehingga suasana belum sepenuhnya mencirikan tempat tersebut.

Sumber : alineaid

11,635 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Trending